Arab Saudi terus memperluas ambisi pariwisata berkelanjutan melalui Pulau Shura, bagian utama dari megaproyek The Red Sea yang dikelola oleh Red Sea Global (RSG). Pulau ini menjadi pusat utama kawasan wisata mewah di Laut Merah, dengan pengembangan yang mengutamakan harmoni antara arsitektur, ekologi, dan keberlanjutan. Proyek ini juga menjadi bagian penting dari Visi 2030, strategi nasional Arab Saudi untuk mengurangi ketergantungan pada minyak dan memperkuat sektor pariwisata.
Pulau Shura menampilkan desain masterplan yang mencolok dengan bentuk menyerupai lumba-lumba, karya hasil kolaborasi berbagai firma arsitektur global di bawah arahan RSG. Bentuk ini tidak hanya estetis, tetapi juga dirancang untuk meminimalkan gangguan terhadap ekosistem laut, memastikan pembangunan berjalan sejalan dengan garis pantai alami. Lanskap tropis dan pantai berpasir putih yang mengelilinginya memberikan pengalaman visual menakjubkan bagi pengunjung, menjadikan Shura Island sebagai destinasi arsitektur sekaligus wisata alam kelas dunia.
Pada tahap awal pembukaan, Pulau Shura akan menghadirkan tiga hotel internasional ternama SLS, EDITION, dan InterContinental yang dijadwalkan mulai beroperasi dalam waktu dekat. Masing-masing hotel menawarkan pendekatan arsitektur berbeda namun tetap berpijak pada prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan. Seluruh fasilitas dibangun menggunakan material lokal serta teknologi hemat energi untuk menekan jejak karbon selama proses konstruksi dan operasional.
Ketika seluruh fase proyek selesai, Pulau Shura akan menampung 11 resor mewah yang tersebar di seluruh kawasan pulau. Setiap resor dirancang untuk memberikan pengalaman eksklusif dan terpadu, dengan akses langsung ke laut, taman terumbu karang, serta area rekreasi alami. Selain itu, tersedia marina berkapasitas besar untuk kapal pesiar dan yacht pribadi, lengkap dengan fasilitas rekreasi laut, pusat kuliner, serta promenade yang dirancang untuk mendorong interaksi sosial di ruang terbuka.
Salah satu aspek paling menonjol dari desain Pulau Shura adalah komitmen terhadap mobilitas hijau. Di dalam kawasan pulau, tidak ada kendaraan bermotor konvensional yang diizinkan beroperasi. Sebagai gantinya, pengunjung akan menggunakan kendaraan listrik, sepeda, atau moda transportasi ramah lingkungan lainnya. Kebijakan ini tidak hanya menjaga kebersihan udara dan ketenangan lingkungan, tetapi juga menciptakan suasana alami yang mendukung relaksasi dan koneksi dengan alam.
Dengan lokasi strategis di Laut Merah dan luas area pengembangan mencapai ratusan hektare, Pulau Shura menjadi simbol transformasi Arab Saudi menuju masa depan pariwisata berkelanjutan. Melalui integrasi teknologi hijau, konservasi lingkungan, dan kemewahan arsitektur modern, RSG membuktikan bahwa kemajuan tidak harus mengorbankan alam. Pulau Shura tidak hanya menjadi destinasi eksklusif bagi wisatawan global, tetapi juga contoh nyata bagaimana arsitektur dan pariwisata dapat berjalan seiring dalam menjaga keseimbangan ekologi planet.