Arab Saudi kembali mencuri perhatian dunia arsitektur global lewat konsep megastruktur futuristik KSA MicroLiving Airport, hasil rancangan [MC] Studios (@mcstudios.x) di bawah pimpinan arsitek Mariana Cabugueira (@marianacabugueira). Proyek ini menghadirkan visi masa depan transportasi udara dan kehidupan urban dalam satu ekosistem terpadu. Dengan luas area mencapai 30 km², bandara ini tidak hanya berfungsi sebagai gerbang perjalanan, tetapi juga sebagai mega-kota modern yang memadukan bandara, kawasan hunian, pusat perbelanjaan, dan ruang hijau secara harmonis.
Didesain sebagai salah satu proyek arsitektur paling ambisius di kawasan Timur Tengah, KSA MicroLiving Airport menampilkan enam landasan pacu dan enam terminal ultra-modern yang terhubung secara efisien melalui sistem transportasi otomatis. Setiap terminal dirancang untuk melayani arus penumpang internasional dengan kapasitas besar, sekaligus menghadirkan kenyamanan dan kecepatan pelayanan tingkat tinggi. Tak hanya itu, area satelit bandara juga dilengkapi vila-vila mewah yang memungkinkan pelancong atau penghuni menikmati pengalaman tinggal di dalam kompleks penerbangan futuristik.
Pusat utama proyek ini, Head House Terminal, menjadi elemen paling ikonik. Dirancang sebagai pusat pengalaman multisensorik, terminal ini menggabungkan realitas tambahan (Augmented Reality/AR) dengan lingkungan alami untuk menciptakan atmosfer yang menenangkan sekaligus futuristik. Setiap ruang di terminal ini berfungsi tidak hanya sebagai area transit, tetapi juga sebagai ruang eksplorasi arsitektur, seni, dan teknologi, menghadirkan perjalanan yang terasa seperti pengalaman imersif.
Keunggulan utama KSA MicroLiving Airport terletak pada integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mengatur seluruh sistem bandara, mulai dari kontrol lalu lintas udara, logistik, hingga kebutuhan penghuni dan penumpang. AI tidak hanya berperan dalam efisiensi operasional, tetapi juga dalam menghadirkan pengalaman personal dari pencahayaan yang menyesuaikan ritme biologis hingga sistem navigasi interaktif yang memandu penumpang secara otomatis. Desain ini dikembangkan dengan dukungan KSZ AI Studio, menjadikan proyek ini pionir dalam penerapan teknologi cerdas di bidang arsitektur penerbangan.
Lebih dari sekadar bandara, proyek ini dirancang sebagai “micro-living ecosystem”, di mana setiap orang dapat hidup, bekerja, berbelanja, dan bersantai dalam satu kawasan berkelanjutan. Ruang-ruang publiknya dipenuhi taman hijau, plaza terbuka, dan area komersial yang menghadirkan interaksi sosial tanpa meninggalkan efisiensi mobilitas. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma bahwa bandara masa depan bukan lagi sekadar titik transit, melainkan kota mandiri yang berdenyut dengan aktivitas manusia dan teknologi.
Dengan skala, kompleksitas, dan visi jangka panjangnya, KSA MicroLiving Airport menandai evolusi baru dalam dunia arsitektur dan transportasi global. Proyek ini menjadi simbol ambisi Riyadh dalam memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi desain dan teknologi di Timur Tengah, sekaligus menunjukkan bagaimana arsitektur futuristik dapat menciptakan harmoni antara kemewahan, efisiensi, dan keberlanjutan.