Museum Seni Baru di Dubai Karya Tadao Ando Terinspirasi Dari Mutiara dan Laut

Dubai Museum of Art (DUMA), rancangan arsitek Jepang Tadao Ando untuk Al-Futtaim Group, sedang dipersiapkan sebagai ikon budaya baru di kawasan Dubai Creek. Museum lima lantai ini dibangun di atas pulau buatan seluas ±25.000 m² dengan luas bangunan yang diperkirakan mencapai 15.000–18.000 m². Bentuk arsitekturnya terinspirasi dari mutiara simbol penting dalam sejarah maritim Teluk serta ombak laut yang membentuk identitas geografis Dubai. Proyek ini memperkuat ambisi kota tersebut untuk menjadi pusat global seni rupa dan inovasi budaya.

Karakter utama DUMA tercermin melalui geometri melengkung yang membungkus volume bangunan secara lembut. Lengkungan struktural dengan radius 12–20 meter menjadi elemen dominan yang membentuk keterhubungan antara massa bangunan dan lanskap waterfront. Ando, yang dikenal dengan permainan beton ekspos berkualitas tinggi, memadukan permukaan halus dengan bukaan besar untuk menciptakan dialog antara keteduhan dan cahaya konsep yang sering muncul dalam karya-karyanya di Jepang, Eropa, dan Amerika Utara.

Pusat bangunan akan dipenuhi oleh skylight berukuran besar, diperkirakan berdiameter 14–18 meter, yang bertindak sebagai sumber cahaya utama pada ruang pameran. Skylight ini memungkinkan difusi cahaya alami hingga 60–70% pada area galeri inti, sehingga mengurangi ketergantungan kepada pencahayaan buatan pada siang hari. Sistem shading tambahan dari kisi struktural beton dirancang untuk menjaga tingkat iluminansi interior pada kisaran aman bagi karya seni, yakni sekitar 50–250 lux tergantung jenis koleksi.

Ruang pameran museum dirancang fleksibel dengan sistem panel bergerak setinggi 4–6 meter yang memungkinkan kurator mengatur pameran berskala kecil hingga instalasi monumental. Total area galeri diperkirakan mencapai 8.000–10.000 m², yang dapat menampung pameran permanen, karya kontemporer internasional, hingga program residensi seniman. Distribusi ruang yang mengelilingi skylight menciptakan sirkulasi spiral lembut yang memandu pengunjung dari lantai dasar hingga puncak bangunan tanpa gangguan visual.

Lantai paling atas akan menampung restoran panorama dan teras terbuka dengan luas ±1.200–1.500 m² yang menyajikan pemandangan 360 derajat menuju Dubai Creek, Downtown Dubai, dan hamparan pulau buatan di sekitarnya. Elemen air yang mengitari museum memiliki peran pasif sebagai pendingin mikroklimat, menurunkan suhu sekitar 1–2°C melalui evaporasi. Setiap lantai juga dirancang dengan ketebalan beton insulatif 300–350 mm untuk menjaga stabilitas termal bangunan di iklim gurun.

Dengan gaya minimalis khas Tadao Ando permainan cahaya, beton ekspos, geometri murni, dan transisi ruang yang mendalam DUMA diproyeksikan menjadi pusat seni baru yang memperkuat posisi Dubai dalam jaringan kota kreatif dunia. Museum ini tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga simbol hubungan antara alam, budaya, dan arsitektur kontemporer. Kehadirannya diperkirakan akan menarik lebih dari satu juta pengunjung per tahun, menjadikan DUMA bagian penting dari strategi Dubai menciptakan ekosistem seni global yang progresif dan inklusif.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Content is protected!