Desain Office Parkkim Wujudkan Lanskap Budaya Baru di Atas Danau Suseongmot

Studio lanskap asal Seoul, Office Parkkim, berhasil memenangkan kompetisi internasional untuk merancang panggung terapung baru di Danau Suseongmot, Daegu, Korea Selatan. Proyek bertajuk Suseongmot Floating Hills ini diusulkan sebagai lanskap budaya kontemporer yang memperluas fungsi danau dari ruang rekreasi menjadi pusat aktivitas seni dan pertunjukan publik.

Suseongmot Floating Hills dirancang sebagai auditorium terbuka di atas air dengan kapasitas sekitar 1.500 penonton. Konsep ini menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda, di mana lanskap danau, cahaya alami, dan ruang pertunjukan menyatu dalam satu kesatuan. Pendekatan ini menjadikan arsitektur lanskap sebagai elemen utama pembentuk pengalaman budaya, bukan sekadar latar visual.

Komposisi desainnya terdiri dari delapan pulau terapung hijau yang saling terhubung dan disusun membentuk konfigurasi menyerupai perbukitan lembut. Setiap pulau memiliki bentuk oval dengan lereng landai, menciptakan transisi alami antara area duduk dan ruang terbuka. Tata letak ini memungkinkan penonton menikmati pertunjukan dari berbagai sudut pandang tanpa hierarki ruang yang kaku.

Pulau-pulau tersebut dihubungkan oleh jalur pedestrian yang berfungsi sebagai sirkulasi utama sekaligus elemen rekreasi. Area tempat duduk dirancang secara hibrida, menggabungkan tribun tetap dengan hamparan rumput, sehingga fleksibel untuk berbagai jenis acara, mulai dari konser, pertunjukan seni, hingga aktivitas komunitas berskala kecil.

Dari sisi struktur, setiap pulau berdiri di atas sistem hibrida beton dan fiber-reinforced polymer (FRP). Beton memberikan kestabilan terhadap beban dan gelombang air, sementara material FRP membantu mengurangi bobot keseluruhan struktur. Kombinasi ini memungkinkan platform tetap kokoh di atas danau tanpa memberikan tekanan berlebih pada ekosistem perairan.

Melalui Suseongmot Floating Hills, Office Parkkim menghadirkan contoh bagaimana desain lanskap dapat menciptakan identitas budaya baru dengan tetap menghormati konteks alam. Proyek ini menunjukkan bahwa ruang publik tidak harus selalu berada di darat, melainkan dapat berkembang di atas air sebagai infrastruktur budaya yang ringan, inklusif, dan berkelanjutan. Desain ini berpotensi menjadi ikon baru Daegu sekaligus model pengembangan lanskap perkotaan masa depan.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Content is protected!