Candi Jiwa merupakan salah satu struktur tertua di Kompleks Percandian Batujaya, yang terletak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan berbagai penelitian arkeologi, situs Batujaya diperkirakan berkembang pada rentang abad ke-6 hingga ke-7 Masehi, sezaman dengan Kerajaan Tarumanegara. Penanggalan ini menjadikan Candi Jiwa sebagai salah satu bukti awal perkembangan arsitektur dan peradaban Hindu-Buddha di wilayah barat Pulau Jawa.
Candi Jiwa merupakan salah satu struktur tertua di Kompleks Percandian Batujaya, yang terletak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan berbagai penelitian arkeologi, situs Batujaya diperkirakan berkembang pada rentang abad ke-6 hingga ke-7 Masehi, sezaman dengan Kerajaan Tarumanegara. Penanggalan ini menjadikan Candi Jiwa sebagai salah satu bukti awal perkembangan arsitektur dan peradaban Hindu-Buddha di wilayah barat Pulau Jawa.
Salah satu karakter paling menarik dari Candi Jiwa adalah komposisi denahnya yang menyerupai padma (teratai) ketika dilihat dari atas. Bentuk ini memiliki makna simbolik kuat dalam kosmologi Hindu-Buddha sebagai lambang kesucian dan kelahiran spiritual. Secara arsitektural, pendekatan ini menegaskan bahwa makna ruang lebih diutamakan daripada kemegahan vertikal atau ornamen dekoratif.
Berbeda dengan candi-candi monumental dari abad ke-8 hingga ke-10 Masehi, Candi Jiwa menampilkan bahasa arsitektur yang minimalis dan murni, dengan hampir tidak ditemukan relief figuratif atau hiasan rumit. Fokus utama desainnya terletak pada bentuk geometris dasar, proporsi massa, dan hubungan dengan tanah, memperlihatkan fase awal perkembangan arsitektur sakral di Nusantara.
Secara geografis, Candi Jiwa dibangun di atas kawasan yang pada masa lalu merupakan dataran rawa aluvial, dekat aliran sungai purba yang terhubung dengan pesisir utara Jawa. Kondisi ini menjelaskan pemilihan material bata, yang lebih adaptif terhadap tanah lunak dibandingkan batu andesit. Kini, situs ini berada di tengah hamparan sawah aktif, menjadikan gubahan bangunannya tampak seolah tumbuh langsung dari lanskap agraris.