Aksi Skateboard Ekstrem di Gedung Pemerintahan Porto Alegre Tunjukan Keberanian dan Inovasi Arsitektur Modern

Sebuah aksi spektakuler sekaligus proyek rekayasa arsitektur ekstrem baru saja terjadi di Porto Alegre, Brasil. Skateboarder profesional asal Brasil, Sandro Dias (@diassandro), berhasil mencatat sejarah dengan meluncur dari gedung Centro Administrativo Fernando Ferrari yang memiliki tinggi 22 lantai atau sekitar 70 meter. Aksi ini merupakan bagian dari proyek bertajuk “Red Bull Building Drop”, yang memadukan olahraga ekstrem, inovasi desain, dan ketelitian teknik konstruksi dalam satu momen menegangkan.

Dalam aksi bersejarah tersebut, Sandro Dias meluncur di atas ramp yang dipasang langsung di fasad melengkung gedung, mencapai kecepatan luar biasa hingga 103 km/jam sebelum melakukan lompatan spektakuler. Ramp raksasa ini dirancang dengan presisi tinggi agar mampu menopang beban besar dan kecepatan ekstrem tanpa mengorbankan stabilitas. Keberhasilan proyek ini menunjukkan bagaimana arsitektur dapat menjadi wadah ekspresi ekstrem manusia, sekaligus panggung yang aman bagi aksi luar biasa di ketinggian.

Struktur ramp yang digunakan bukan sembarangan. Tim teknis Red Bull membangunnya menggunakan 800 papan kayu lapis dan rangka logam dengan total berat mencapai 115 ton. Setiap elemen disusun mengikuti kelengkungan fasad gedung agar integrasinya sempurna secara visual maupun struktural. Konstruksi ramp ini dirancang dalam waktu beberapa minggu dengan uji beban dan uji keselamatan berlapis, menjadikannya contoh arsitektur temporer berstandar tinggi.

Yang menarik, proyek ini tidak hanya berorientasi pada rekor dunia, tetapi juga mengusung prinsip keberlanjutan. Setelah aksi selesai, seluruh material kayu dan logam yang digunakan akan dibongkar dan didaur ulang untuk proyek lain. Pendekatan ini menegaskan bahwa meski bersifat sementara, setiap elemen desain tetap memperhatikan siklus hidup material dan dampak lingkungan hal yang kini menjadi prinsip utama dalam arsitektur modern.

Aksi Sandro Dias dalam proyek Red Bull Building Drop berhasil memecahkan dua rekor dunia Guinness, yakni sebagai drop tertinggi di dunia dan kecepatan tercepat di quarter pipe sementara. Selain menjadi pencapaian olahraga ekstrem, proyek ini juga menjadi studi menarik dalam konteks arsitektur kinetik, di mana struktur tidak hanya statis, tetapi dirancang untuk menampung gerakan, gaya, dan energi besar dalam waktu singkat.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Content is protected!