Di Italia Utara, Danau Como kembali menjadi panggung inspirasi arsitektur melalui konsep Hidden Hotel on Lake Como yang dirancang oleh Dyatlov Studio (@dyatlov.studio). Proyek ini menampilkan gagasan hotel terapung yang sepenuhnya menyatu dengan alam, menghadirkan sebuah visi futuristik tentang bagaimana hunian dapat berkembang di tengah keterbatasan ruang daratan. Danau Como sendiri memiliki luas sekitar 146 km² dan merupakan salah satu danau terdalam di Eropa dengan kedalaman mencapai 410 meter, menjadikannya lokasi ideal untuk eksplorasi arsitektur berbasis air.
Hidden Hotel on Lake Como digambarkan sebagai struktur terapung yang terintegrasi secara harmonis dengan lanskap danau. Desain ini memadukan elemen arsitektur minimalis dengan bentuk geometri lembut, menciptakan kesan tenang dan tersembunyi dalam bentang alam. Permukaan air menjadi medium reflektif yang memperkuat efek visual bangunan, sehingga hotel tampak seolah menjadi bagian organik dari lingkungan sekitarnya.
Meski proyek ini masih berupa eksplorasi visual, Dyatlov Studio menyoroti potensi arsitektur terapung sebagai solusi ruang hidup masa depan. Dengan populasi kawasan Danau Como yang terus berkembang dan tekanan ruang kota yang semakin besar, konsep hunian di atas air menawarkan alternatif yang tidak hanya fungsional tetapi juga ramah lingkungan. Struktur seperti ini dapat mengurangi kebutuhan akan pembangunan di darat, sekaligus menjaga keaslian lanskap alami.
Visualisasi desain menunjukkan hotel yang ditata dengan zonasi ruang privat dan publik yang jelas, termasuk area kamar, dek observasi, dan ruang komunal. Dengan ukuran dan proporsi yang disesuaikan dengan skala bentang danau, hotel terapung ini dirancang agar tidak merusak pandangan alam yang menjadi karakter utama Danau Como. Konstruksi ringan dan sistem fondasi terapung menjadi kunci untuk mempertahankan stabilitas tanpa mengganggu ekosistem perairan.
Selain fokus pada estetika, konsep ini juga mengangkat isu keberlanjutan dalam konteks arsitektur masa depan. Dyatlov Studio menekankan bahwa hunian terapung dapat mengadopsi teknologi energi terbarukan seperti panel surya atau sistem pendinginan pasif berbasis air. Dengan luas permukaan danau yang besar, potensi integrasi teknologi ini semakin relevan sebagai respon terhadap kebutuhan energi rendah dan jejak karbon minimal.
Hidden Hotel on Lake Como menjadi contoh bagaimana arsitektur spekulatif dapat membuka dialog tentang hubungan antara manusia dan alam. Proyek ini memperlihatkan bahwa ketika ruang darat semakin padat, air menjadi frontier baru bagi desain arsitektur yang adaptif. Meski belum direncanakan untuk dibangun, konsep ini menawarkan gambaran menarik mengenai arah baru pengembangan hunian yang menyatu dengan lanskap air, menghadirkan harmoni antara teknologi, estetika, dan alam.