Terletak di distrik Songjiang, Shanghai, Tiongkok, Intercontinental Shanghai Wonderland merupakan salah satu karya arsitektur paling spektakuler di dunia. Hotel mewah ini dibangun di dalam bekas tambang sedalam lebih dari 88 meter dan dirancang oleh arsitek asal Inggris, Martin Jochman (@martin_jochman). Dengan memanfaatkan lanskap ekstrem, proyek ini membalikkan konsep gedung pencakar langit menjadi “Earthscraper”, yaitu bangunan yang justru menggali ke dalam bumi, bukan menjulang ke langit.
Bangunan hotel ini terdiri dari 18 lantai, di mana 16 lantai berada di bawah tanah dan 2 lantai berada di bawah air. Totalnya terdapat lebih dari 336 kamar yang menawarkan berbagai pengalaman visual unik, mulai dari panorama tebing hingga pemandangan bawah air layaknya akuarium alami. Dua lantai terbawah hotel bahkan menampung kamar-kamar dengan dinding kaca transparan yang memungkinkan tamu melihat ikan dan kehidupan akuatik di sekitar danau buatan.
Dibangun dengan nilai investasi sekitar 288 juta dolar AS, proyek ini menantang batas teknik sipil dan arsitektur. Struktur hotel didesain menyatu dengan tebing batu tambang yang curam, menciptakan harmoni antara arsitektur, alam, dan rekayasa struktural. Untuk menjamin keamanan dan stabilitas, dinding tambang diperkuat dengan sistem jangkar dan fondasi dalam yang dirancang khusus agar mampu menahan tekanan air dan tanah.
Konsep ramah lingkungan menjadi inti dari desain Shanghai Wonderland. Batuan alami dari tambang digunakan sebagai isolasi termal alami, membantu menjaga suhu ruangan agar tetap stabil tanpa konsumsi energi berlebih. Selain itu, sistem panel surya dan pemanfaatan air terjun buatan digunakan untuk menghasilkan energi terbarukan serta meningkatkan sirkulasi udara dan kelembapan alami di area hotel.
Dari sisi estetika, bagian atas hotel tampak seolah mengalir menyatu dengan lanskap sekitarnya. Elemen air, batu, dan kaca dipadukan secara halus, menegaskan filosofi desain “menyatu, bukan menaklukkan alam.” Kolam dan air terjun di sekitar hotel bukan hanya elemen visual, tetapi juga berperan dalam sistem pendinginan alami. Hal ini menjadikan Intercontinental Shanghai Wonderland sebagai contoh nyata arsitektur biomimikri, di mana desain meniru proses alami untuk mencapai keseimbangan ekologis.
Sebagai hotel bawah tanah pertama di dunia, Intercontinental Shanghai Wonderland bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga simbol inovasi arsitektur modern. Proyek ini membuktikan bahwa kemajuan teknologi bisa berpadu dengan keberlanjutan lingkungan, menghadirkan pengalaman ruang yang imersif dan tak terlupakan. Dengan harmoni antara alam, rekayasa, dan estetika, hotel ini menegaskan pergeseran paradigma arsitektur masa depan dari membangun di atas bumi menjadi merangkul keindahan di bawah permukaannya.