Frank Gehry, lahir di Toronto pada 28 Februari 1929, merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam arsitektur kontemporer abad ke-20 dan ke-21. Dengan karier yang membentang lebih dari enam dekade, Gehry dikenal sebagai arsitek yang berani menentang konvensi, mengaburkan batas antara arsitektur dan seni rupa, serta memperkenalkan bahasa bentuk baru yang radikal namun tetap berakar pada konteks kota dan pengalaman manusia.
Nama Frank Gehry melejit secara global melalui Guggenheim Museum Bilbao yang dibuka pada 1997 di Spanyol. Bangunan seluas sekitar 24.000 m² ini, dengan fasad titanium berlekuk-lekuk, tidak hanya menjadi ikon arsitektur, tetapi juga memicu fenomena yang dikenal sebagai “Bilbao Effect”, di mana satu karya arsitektur mampu mendorong kebangkitan ekonomi dan pariwisata sebuah kota. Sejak pembukaannya, Bilbao mengalami lonjakan signifikan jumlah wisatawan dan investasi urban.
Eksplorasi Gehry terhadap material dan bentuk sebenarnya telah terlihat jauh sebelumnya, salah satunya melalui Gehry House di Santa Monica (1978), renovasi rumah pribadinya yang menggunakan material sehari-hari seperti plywood, kaca, dan logam bergelombang. Proyek ini menandai peralihannya menuju pendekatan dekonstruktivis, di mana struktur terlihat terfragmentasi, terbuka, dan jujur terhadap proses pembentukannya.
Di bidang arsitektur pertunjukan, karya seperti Walt Disney Concert Hall di Los Angeles yang rampung pada 2003 memperlihatkan bagaimana bentuk ekspresif Gehry dapat berpadu dengan kualitas akustik tingkat dunia. Gedung konser berkapasitas sekitar 2.265 kursi ini dirancang bersama ahli akustik Yasuhisa Toyota dan hingga kini dianggap sebagai salah satu ruang konser terbaik secara akustik di dunia, sekaligus menjadi landmark budaya utama kota Los Angeles.
Kontribusi Frank Gehry diakui secara luas melalui berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Pritzker Architecture Prize pada 1989, yang sering disebut sebagai Nobel-nya arsitektur. Selain itu, ia menerima Presidential Medal of Freedom dari Amerika Serikat pada 2016, menegaskan pengaruhnya tidak hanya dalam disiplin arsitektur, tetapi juga dalam budaya dan identitas visual kota-kota modern.
Sebagai refleksi atas warisan Frank Gehry, dapat dikatakan bahwa pengaruh terbesarnya bukan semata pada bentuk bangunan yang ikonik, melainkan pada keberaniannya membuka kemungkinan baru dalam berpikir arsitektur. Ia menunjukkan bahwa arsitektur dapat emosional, eksperimental, dan tetap bermakna secara urban. Bagi generasi arsitek setelahnya, Gehry menjadi bukti bahwa imajinasi, risiko, dan ketekunan dapat menghasilkan karya yang melampaui zamannya dan terus membentuk wajah kota di seluruh dunia.