Xingcheng Exhibition Garden yang berlokasi di Chengdu, Tiongkok, menghadirkan pendekatan arsitektur yang lembut dan puitis melalui interpretasi kontemporer Taman Western Sichuan. Proyek ini dirancang oleh Archermit, sebuah studio arsitektur yang dikenal dengan eksplorasi hubungan antara arsitektur dan lanskap. Bangunan ini dikembangkan sebagai bagian dari area pameran, sekaligus menjadi ruang reflektif yang menonjolkan nilai budaya lokal.
Xingcheng Exhibition Garden yang berlokasi di Chengdu, Tiongkok, menghadirkan pendekatan arsitektur yang lembut dan puitis melalui interpretasi kontemporer Taman Western Sichuan. Proyek ini dirancang oleh Archermit, sebuah studio arsitektur yang dikenal dengan eksplorasi hubungan antara arsitektur dan lanskap. Bangunan ini dikembangkan sebagai bagian dari area pameran, sekaligus menjadi ruang reflektif yang menonjolkan nilai budaya lokal.
Bangunan utama dirancang menyerupai pavilion berbentuk daun lotus yang tampak melayang di atas permukaan kolam air. Di bawahnya, elemen bambu ditata menyerupai urat atau struktur penopang alami, menciptakan ilusi bahwa atap tersebut tumbuh dari lanskap. Hubungan visual antara air, bambu, dan bangunan menghasilkan pengalaman ruang yang tenang dan harmonis.
Karakter arsitektur tradisional Sichuan Barat diterjemahkan melalui atap lengkung yang ringan, teritisan panjang, serta detail struktural yang tipis dan presisi. Elemen-elemen ini biasanya ditemukan pada rumah tradisional setempat, namun diolah kembali menjadi komposisi yang lebih dramatis dan artistik. Hasilnya adalah bentuk pavilion yang tampak sederhana, tetapi kaya akan lapisan makna visual.
Karakter arsitektur tradisional Sichuan Barat diterjemahkan melalui atap lengkung yang ringan, teritisan panjang, serta detail struktural yang tipis dan presisi. Elemen-elemen ini biasanya ditemukan pada rumah tradisional setempat, namun diolah kembali menjadi komposisi yang lebih dramatis dan artistik. Hasilnya adalah bentuk pavilion yang tampak sederhana, tetapi kaya akan lapisan makna visual.
Dengan luas bangunan yang relatif kecil, hanya 99 m², Xingcheng Exhibition Garden membuktikan bahwa arsitektur tidak harus berskala besar untuk memberikan dampak kuat. Proyek ini menunjukkan bagaimana tradisi, lanskap, dan estetika kontemporer dapat disatukan dalam ruang yang ringkas namun berkarakter. Pavilion ini bukan sekadar objek pameran, melainkan pengalaman arsitektur yang mengajak pengunjung merasakan keseimbangan antara manusia, alam, dan budaya lokal.