Proyek Perpustakaan Virtual di Minecraft Dilarang di 7 Negara Karena Ungkap Fakta Terlarang

Pada tahun 2020, organisasi Reporters Without Borders (RSF) bekerja sama dengan BlockWorks, DDB Berlin, dan MediaMonks meluncurkan The Uncensored Library sebuah proyek arsitektur digital yang dibangun di dalam dunia gim Minecraft. Tujuan utama proyek ini adalah untuk menampung dan menyebarkan lebih dari 200 artikel jurnalistik yang dilarang di berbagai negara yang membatasi kebebasan pers seperti Rusia, Mesir, Arab Saudi, Meksiko, dan Vietnam. Dengan memanfaatkan platform permainan yang populer, perpustakaan ini menjadi simbol perlawanan terhadap sensor informasi di era digital.

Dibangun sepenuhnya di dalam Minecraft, The Uncensored Library menampilkan arsitektur bergaya neoklasik dengan dome besar dan kolom-kolom megah yang terinspirasi dari bangunan pemerintahan dan institusi pengetahuan dunia nyata. Proyek ini dikembangkan oleh BlockWorks, studio arsitektur digital asal Inggris, menggunakan lebih dari 12,5 juta blok Minecraft dan membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 3 bulan oleh 24 pembuat (builders) dari 16 negara berbeda. Hasilnya adalah bangunan megah berukuran 300 x 300 blok, yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang baca, tetapi juga monumen digital untuk kebebasan informasi.

Di dalam perpustakaan ini, pengunjung dapat “berjalan” secara bebas melalui ruang-ruang bergaya klasik dan membaca buku digital berisi artikel yang disensor. Setiap ruang didedikasikan untuk satu negara tertentu, menampilkan karya jurnalis yang dibungkam oleh pemerintah mereka. Misalnya, ruang Rusia menyimpan artikel dari jurnalis independen yang dibungkam oleh otoritas media, sementara ruang Mesir memuat liputan tentang hak asasi manusia yang tidak boleh dipublikasikan di media nasional. Pengalaman ini dirancang agar pemain dapat mengakses informasi secara bebas tanpa batas geografis atau politik.

Proyek ini lahir dari ide cerdas bahwa Minecraft tidak dianggap sebagai platform politik, sehingga tidak tunduk pada aturan penyensoran yang biasanya diterapkan pemerintah terhadap media berita atau situs web. Dengan demikian, The Uncensored Library menjadi jalur alternatif untuk menyebarkan kebenaran dan data yang dibungkam, diakses oleh jutaan pemain di seluruh dunia. Pada saat peluncurannya, perpustakaan ini dikunjungi lebih dari 250.000 pemain hanya dalam beberapa minggu pertama, membuktikan bahwa ruang digital dapat menjadi alat efektif untuk memperjuangkan kebebasan berekspresi.

Namun, perjalanan The Uncensored Library tidak sepenuhnya mulus. Beberapa negara seperti Rusia dan Mesir kemudian memblokir akses server Minecraft yang terhubung dengan proyek ini karena dianggap mengandung konten politik tersembunyi. Meski begitu, tim pengembang tetap berupaya menjaga aksesibilitasnya dengan menyediakan versi offline (downloadable map) yang dapat diunduh dan dijelajahi tanpa koneksi internet. Upaya ini memastikan bahwa informasi tetap hidup, bahkan di bawah tekanan sensor negara.

Lebih dari sekadar proyek digital, The Uncensored Library membuktikan bahwa arsitektur dapat berperan sebagai medium advokasi sosial dan politik. Dengan menggunakan Minecraft sebagai wadah, karya ini menyatukan seni, teknologi, dan aktivisme menjadi satu bentuk baru: arsitektur kebebasan. Hingga kini, The Uncensored Library telah diakui secara internasional dan memenangkan berbagai penghargaan komunikasi kreatif, termasuk Clio Awards dan D&AD Awards 2020. Proyek ini menjadi bukti bahwa bahkan di dunia virtual, ruang arsitektur dapat menjadi benteng terakhir bagi kebebasan berekspresi dan demokrasi informasi.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Content is protected!