Proyek THE TOKYO TOILET di distrik Shibuya kembali menghadirkan karya arsitektur yang memukau melalui rancangan Marc Newson (@marcnewsonofficial). Salah satu yang menonjol adalah toilet publik Urasando, bangunan kecil di bawah jalan layang yang memperlihatkan bagaimana desain arsitektur dapat mengubah ruang sederhana menjadi karya seni fungsional. Dengan gaya khasnya yang minimalis dan detail presisi, Newson berhasil memadukan estetika Jepang klasik dengan teknologi modern dalam satu ruang publik yang elegan.
Bangunan ini terbuat dari beton kokoh yang menopang atap tembaga Minoko, material tradisional Jepang yang biasa digunakan pada kuil dan rumah teh. Bentuk atapnya melengkung lembut, menciptakan siluet yang harmonis dengan lingkungan urban sekitarnya. Menurut Newson, inspirasi utama datang dari arsitektur kuil Shinto dan paviliun upacara teh yang merepresentasikan nilai kesederhanaan dan kehormatan dalam budaya Jepang.
Bagian dalam toilet Urasando dirancang dengan pendekatan modern dan menenangkan. Dinding berwarna biru-hijau lembut menciptakan atmosfer yang bersih dan damai, kontras dengan tampilan luar yang lebih kokoh dan tradisional. Desain interior ini juga mengadopsi prinsip ergonomi dengan pencahayaan alami yang halus, sehingga memberikan kenyamanan maksimal bagi pengunjung.
Proyek ini merupakan kolaborasi dengan TOTO, produsen sanitasi ternama Jepang, yang menghadirkan sistem toilet modern berteknologi tinggi. Fasilitas ini dirancang ramah bagi semua pengguna, termasuk penyandang disabilitas dan lansia, dengan ruang yang luas, akses mudah, serta sistem kebersihan otomatis. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana desain publik di Jepang menempatkan kenyamanan dan inklusivitas sebagai prioritas utama.
Salah satu aspek menarik dari bangunan ini adalah transformasi alami materialnya seiring waktu. Beton akan perlahan berubah warna menjadi keabu-abuan lembut, sementara tembaga Minoko akan mengalami proses patina, menghasilkan rona hijau alami yang semakin menyatu dengan lanskap kota Tokyo. Newson sengaja merancang proses penuaan ini agar bangunan terasa hidup dan berkembang bersama lingkungannya.
Kini, toilet publik Urasando bukan sekadar fasilitas umum, melainkan ikon kecil arsitektur perkotaan Tokyo yang menggambarkan keharmonisan antara tradisi dan inovasi. Melalui proyek ini, Marc Newson berhasil menunjukkan bahwa bahkan ruang publik paling sederhana pun bisa menjadi perwujudan nilai budaya, keberlanjutan, dan estetika yang abadi di tengah hiruk pikuk kehidupan modern Jepang.