Flying Chess Kindergarten di Tiongkok merupakan proyek pendidikan anak usia dini yang dirancang oleh VIASCAPE design dengan pendekatan arsitektur lanskap yang aktif dan imersif. Proyek ini berangkat dari gagasan bahwa proses belajar anak tidak harus terbatas di dalam ruang kelas, melainkan dapat berlangsung melalui eksplorasi fisik di luar ruang. Dengan menggabungkan permainan, gerak, dan pembelajaran tematik, taman kanak-kanak ini dirancang sebagai lingkungan belajar terpadu yang ramah anak.
Konsep utama desainnya mengadaptasi permainan Flying Chess (Ludo) ke dalam skala arsitektur dan lanskap. Pola papan permainan diterjemahkan menjadi sistem jalur modular yang menghubungkan berbagai zona aktivitas. Jalur-jalur ini berfungsi sebagai sirkulasi utama sekaligus elemen edukatif, memungkinkan anak-anak bergerak bebas sambil mengikuti “alur permainan” yang terstruktur.
Setiap jalur diberi warna berbeda untuk menandai fungsi dan tema ruang yang dilalui. Secara umum, jalur tersebut menghubungkan area olahraga, zona alam, dan ruang bertema sains, sehingga anak-anak dapat berpindah dari aktivitas fisik ke eksplorasi lingkungan dan pembelajaran kognitif tanpa batasan yang kaku. Pendekatan zonasi berbasis warna ini membantu anak mengenali ruang sekaligus melatih orientasi spasial sejak dini.
Dari sisi aktivitas, desain ini mendorong gerak fisik aktif melalui lintasan berlari, area lompat, dan ruang terbuka yang aman. Aktivitas tersebut dirancang sesuai dengan kebutuhan motorik anak usia 3–6 tahun, kelompok usia yang berada pada fase penting perkembangan koordinasi dan keseimbangan tubuh. Dengan demikian, lanskap tidak hanya menjadi latar bermain, tetapi juga sarana pembentukan keterampilan dasar.
Elemen alam seperti vegetasi, permukaan tanah bertekstur, dan ruang terbuka hijau diintegrasikan sebagai bagian dari zona ekologi. Anak-anak diajak mengenal lingkungan secara langsung melalui interaksi dengan tanaman, cahaya matahari, dan udara terbuka. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip desain pendidikan modern yang menekankan hubungan antara anak, alam, dan pengalaman belajar multisensori.
Flying Chess Kindergarten menunjukkan bagaimana arsitektur dan desain lanskap dapat berperan aktif dalam membentuk metode pendidikan yang lebih holistik. Dengan menyatukan taman bermain, ruang belajar, dan area ekologi dalam satu sistem desain modular, proyek ini menjadi contoh bagaimana lingkungan binaan dapat merangsang rasa ingin tahu, kreativitas, dan kesehatan fisik anak secara bersamaan. Pendekatan VIASCAPE design ini menegaskan bahwa ruang pendidikan masa depan perlu dirancang sebagai pengalaman, bukan sekadar bangunan.